Cara Menulis Artikel ilmiah yang Mudah

Cara Menulis artikel ilmiah – Sebagai seorang guru, selain tugas utama mengajar, guru juga memiliki sejumlah tugas lain seperti mengadministrasikan, melaksanakan atau melakukan penelitian pendidikan. Salah satunya menulis artikel ilmiah.

Pada artikel ini akan dibahas secara detail mengenai pengertian artikel ilmiah, ciri-ciri makalah ilmiah, struktur artikel ilmiah, dan langkah-langkah pembuatan artikel ilmiah.

Definisi artikel ilmiah

Cara Menulis Artikel ilmiah yang Mudah

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang proses penulisan, Anda perlu mengetahui apa arti karya ilmiah itu sendiri. Artikel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah karya tulis lengkap, seperti laporan atau karangan dalam jurnal, surat kabar, dsb. Sedangkan kata ilmu, memiliki maksud ilmiah; memenuhi persyaratan ilmiah atau hukum. Dengan demikian, sebuah artikel ilmiah dapat disebut sebagai karya tulis lengkap (terstruktur) yang memenuhi persyaratan ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal.

Dalam pengertian lain, karya ilmiah adalah karya ilmiah yang menyesuaikan struktur karya ilmiah dan menggunakan metode ilmiah dalam penyusunannya. Artikel ilmiah sering dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional.

Ciri-ciri artikel ilmiah

Menulis karya ilmiah, berbeda dengan artikel populer, memiliki cara penyusunan yang sistematis. Berikut adalah ciri-ciri karya ilmiah, yaitu:

  1. Objektif, agar artikel ilmiah dapat dikembangkan berdasarkan apa yang terjadi di masyarakat dan membahas fenomena yang ada dan nyata.
  2. Rasional dan kritis, karena karya tulis ilmiah ini murni berperan sebagai wahana saling kritik atas suatu persoalan yang diuraikan dalam karya tulis.
  3. Reserved, yaitu artikel ilmiah harus disampaikan secara jujur, terus terang, tanpa motif subyektif untuk kepentingan pribadi penulis.
  4. Gaya linguistik (Gaya Bahasa), salah satu hal yang membedakan artikel ilmiah dengan makalah populer adalah penggunaan bahasa formal atau baku. Alhasil, konten bisa lebih tertarget untuk ditransmisikan.
  5. Pengutipan sumber tidak ambigu dan disertai dengan daftar pustaka.

Struktur artikel ilmiah

Setidaknya dalam karya ilmiah kita menemukan unsur-unsur berikut:

1. Judul

Judul adalah yang paling banyak dibaca dan menentukan nasib sebuah karya ilmiah. Oleh karena itu, sebagai penulis perlu memperhatikan judul yang tepat, agar judul dapat menggambarkan keseluruhan isi artikel.

2. Garis aset

Bagian dari garis properti ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah artikel dan merujuk pada hak cipta dan kepemilikannya, yaitu organisasi tempat kegiatan tersebut dilakukan atau penulis, boleh dikatakan, berada di bawah naungan organisasi atau lembaga tertentu.

3. Ringkasan/Abstrak

Ringkasan adalah yang paling banyak dibaca kedua setelah judul. Ada sekitar 200 kata yang berisi seluruh rencana dalam artikel. Makalah menempati tempat penting dalam sebuah karya ilmiah.

4. Keyword atau kata kunci

Kata kunci atau biasa disebut keyword adalah pilihan kata yang bermakna dari suatu dokumen yang dapat digunakan untuk mengindeks isinya. Kata kunci tersebut sengaja dibuat untuk membantu pembaca yang sedang mencari artikel terkait dengan permasalahan yang sedang mereka hadapi. Untuk ini, orang hanya perlu memasukkan kata kunci ke mesin pencari Internet.

5. Pendahuluan

Pendahuluan ini menjelaskan masalah yang terkait dengan pencarian, serta parameter yang digunakan. Agar lebih menarik bagi pembaca, pembukaan dapat menyoroti masalah yang telah dibahas secara mendalam dalam artikel yang sudah diterbitkan oleh orang lain. Inti dari bab pembuka adalah argumen penulis tentang masalah yang akan dipecahkan.

6. Metodologi

Metodologi penelitian dalam artikel ilmiah merupakan wadah ikhtisar tentang rancangan penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik pengumpulan data, validitas data. Yang penting di bagian ini adalah alur kerja atau langkah-langkah yang terlibat dalam penelitian, bukan definisi.

7. Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan dalam artikel ilmiah disajikan secara singkat, padat namun jelas, akan lebih baik jika disertai dengan tabel, gambar, diagram, grafik, atau gambar ilustrasi untuk penjelasannya. Bagian ini berisi hasil analisis kita terhadap data yang ada, bukan hanya sekedar data mentah.

8. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan rekomendasi artikel ilmiah merupakan bagian akhir atau penutup. Kesimpulan adalah pernyataan hasil dan pembahasan yang ringkas dan tepat, bukan merupakan penulisan ulang dari hasil penelitian, melainkan makna yang diperoleh dari hasil penelitian.

9. Referensi/Daftar Rujukan

Daftar Rujukan atau Daftar Pustaka adalah daftar referensi yang digunakan dalam pembuatan sebuah artikel ilmiah. Bagian ini harus lengkap dan konsisten dengan bahan referensi dan harus disebutkan dalam tubuh teks. Sistematika penulisanya dapat dilihat berdasarkan petunjuk penulisan daftar pustaka.

Langkah-langkah Menulis Karya Ilmiah yang Baik

Tentukan rumus masalahnya

Pada titik ini Anda harus memiliki topik, topik atau pertanyaan yang akan dibahas. Jika Anda tidak menemukannya, Anda bisa mencari buku referensi, cerpen atau membaca artikel penelitian di majalah.

Evaluasi

Jika Anda telah mengidentifikasi kata-kata dari masalah yang akan diangkat, lakukan evaluasi. Apakah sumber data tersebut relevan atau tidak.

Menentukan ide

Setelah mengumpulkan data yang cukup dan mengevaluasi. Langkah selanjutnya adalah memunculkan ide. Menerapkan ide-ide kurang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pelajari jenis-jenis artikel ilmiah

Jika semua poin di atas sudah siap. Bersiaplah untuk menuliskannya. Nah, disini kamu bisa memilih karya ilmiah seperti apa yang akan kamu tulis. Nah untuk mengetahui jenis-jenis artikel ilmiah apa saja bisa anda lihat ulasannya diatas.

Demikian informasi cara penulisan karya ilmiah yang mudah, semoga dapat menambah pengetahuan dan dapat bermanfaat.

Abdul Rahim

Terlahir untuk mengekspresikan, bukan untuk membuat terkesan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama