Penerapan Langkah-langkah pembelajaran dengan Model Discovery Learning

Pendidikan merupakan hal terpenting yang berhak diperoleh setiap individu. Adanya pendidikan yang diberikan kepada setiap individu dapat berpengaruh terhadap kehidupannya, karena pendidikan untuk menambah pengetahuan,wawasan serta pengalaman untuk menentukan tujuan hidup sehingga bisa memilikipandangan yang luas untuk masa depan yang lebih baik. Sementara itu, pendidikanharus terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya.

Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting di dalam memajukan daya pikir manusia. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa yang akan datang diperlukan penguasaan ilmu matematika yang kuat sejak dini.

Melihat dari kenyataan di lapangan dan berdasarkan hasil wawancara secara lisan dengan beberapa siswa di SMP Negeri 1 Satu Atap Mempura, diperoleh kesimpulan bahwa hampir sebagian besar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Satu Atap Mempura menyatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 satu atap Mempura, masih menggunakan metode ceramah dan jarang melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Akibatnya banyak siswa yang masih menganggap pelajaran matematika itu sulit, atau susah untuk dipahami, bahkan kurang diminati oleh sebagian siswa. Padahal siswa seharusnya menyadari bahwa kemampuan untuk berpikir logis, rasional, kritis, cermat, efisien dan efektif itu merupakan ciri pengajaran matematika yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi era persaingan bebas yang semakin mengglobal.

Model Pembelajaran Discovery Learning

Langkah-langkah Model pembelajaran Discovery Learning

Kurangnya pemahaman guru terahadap sintak-sintak dari model-model pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, menjadi penyebab utama pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru SMP Negeri 1 Satu Atap Mempura masih teachers learning. Untuk itu, perlu kiranya kita sebagai guru mulai memperbaiki diri dalam hal pembelajaran dengan menerapkan metode atau strategi yang dapat melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran didalam kelas

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengaktifkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dikelas adalah model discovery learning. Model pembelajaran Discovery Learning adalah salah satu model yang menekankan pada memahami konsep, arti, dan mencari hubungan melalui proses intuitif hingga pada akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.

Proses Discovery terjadi apabila individu terlibat langsung terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dapat dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferensi. Proses tersebut disebut sebagai cognitive process.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari model pembelajaran Discovey Learning:

  1. Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab mereka berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir.
  2. Siswa memahami benar materi pelajaran, sebab mengalami sendiri proses menemukannya, sehingga lebih lama di ingat
  3. Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas, dan mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga belajarnya meningkat.
  4. Siswa lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi
  5. Siswa terlatih untuk belajar sendiri.

Langkah-langkah Pembelajaran Model Discovery Learning

Langkah kerja (sintak) model Discovery Learning dalam pembelajaran dikelas adalah sebagai berikut:

1) Pemberian rangsangan (stimulation)
2) Pernyataan / Identifikasi masalah (Problem Statement)
3) Pengumpulan data (data collection)
4) Pengolahan data (data processing)
5) Pembuktian (verification)
6) Menarik kesimpulan (generalization)

Berdasarkan sintaks tersebut, Langkah-langkah pembelajaran Discovery Learning yang dapat dirancang sebagai berikut :

1. Pemberian rangsangan (stimulation)

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah Siswa dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk menyelidiki seindiri.

2. Pernyataan / Identifikasi masalah (Problem Statement)

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah). Permasalahan yang dipilih itu selanjutnya harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, atau hipotesis, yakni pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan

3. Pengumpulan data (data collection)

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Ketika eksplorasi berlangsung, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis Tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Dengan demikian siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection)
Berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

4. Pengolahan data (data processing)

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Guru melakukan bimbingan pada saat siswa melakukan pengolahan data Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi baik melalui wawancara, observasi, an sebagainya.
Semua informasi bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan , ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu.

5. Pembuktian (verification)

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Verifikasi bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya Siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil pengolahan data.

6. Menarik kesimpulan (generalization)

Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.

Demikianlah Sintaks/ Langkah-langkah Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran, semoga bermanfaat.

Posting Komentar

1 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
  1. Assalamualaikum pak Abdul rahim, artikelnya sangat bermanfaat bagi saya dalam menggunakan model discovery learning dalam PBM..
    Artikelnya bermanfaat dan menarik.

    BalasHapus

buttons=(Accept !) days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !